Makna Kesaktian Pancasila terhadap Kepribadian Bangsa

Makna Kesaktian Pancasila terhadap Kepribadian Bangsa

  • Mengenai Kesaktian Pancasila

Hari Kesaktian Pancasila merupakan sebuah tombak sejarah yang sangat besar bagi bangsa indonesia karena telah gugurnya pahlawan revolusi yang di fitnah demi membela bangsa tanah air Indonesia tercinta ini. yaitu dengan gugurnya ke-6 (enam) Jenderal dan 1 (satu) Perwira Menengah TNI Angkatan Darat yang diantaranya daftar ke tujuh pahlawan revolusi adalah sebagai berikut :

  • Jenderal Anumerta Ahmad Yani
  • Letjen Anumerta Suwondo Parman
  • Letjen Anumerta Suprapto
  • Mayjen Anumerta Pandjaitan
  • Mayjen Anumerta Sutoyo Siswomiharjo
  • Letjen Anumerta M.T.Haryono
  • Kapten Anumerta Piere Tendean

dari ke 7 pahlawan tersebut dapat kita ambil hikmah yang sangat besar dan dapat kita pelajari bahwa suatu pengorbanan mereka harus kita hargai dan peringati dengan berlangsungnya di tanggal 1 oktober, dengan memberontaknya suatu gerakan yang masuk kedalam sistem pemerintahan Negara Indonesia pada saat itu yang dinamakan dengan G 30 S/PKI, yang di ketuai oleh D.N.Aidit yang ingin mencoba meruntuhkan kedudukan sistem kesatuan pemerintahan Negara Indonesia menjadi KOMUNIS. Komunis yang artinya seseorang yang menganut paham anti Tuhan, maksudnya tidak memiliki Tuhan yang Maha Esa didalam hidupnya. Maka dari itu badan pertahanan Negara-lah yang menjadi sasaran utamanya sehingga dibuat fitnah-fitnah yang berlangsungnya perpecahan di negara indonesia pada saat itu, sehingga akhirnya gugurlah ke tujuh pahlawan yang di kenal dengan nama pahlawan REVOLUSI yang tetap setia pada janji dan sumpahnya untuk membela tanah air negara kesatuan republik Indonesia yang tercinta ini.

Tanggal 1 Oktober, kita memperingati hari yang sangat krusial bagi terciptanya kehidupan berbangsa dan bernegara di Republik Indonesia. Mungkin kini banyak yang lupa atau bahkan melupakan Hari Kesaktian Pancasila, sebab seiring perkembangan teknologi dan informasi yang semain pesat, kita pun seakan terbius untuk melupakan sejarah yang sangat penting sebagai wujud terbentuknya dasar negara kepulauan, Indonesia.

Peringatan Kesaktian Pancasila ini berakar pada sebuah peristiwa tanggal 30 September  1965 yang sepertinya ini adalah awal dari Gerakan 30 September (G.30.S/PKI). Oleh pemerintah Indonesia, pemberontakan ini merupakan wujud usaha mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis.

Maka, tanggal 30 September diperingati sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September dan tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila dalam sejarah Republik Indonesia.

 

  • Makna Kesaktian Pancasila

Sebagai dasar negara, Pancasila tidak hanya merupakan sumber derivasi peraturan perundang-undangan.

Melainkan juga Pancasila dapat dikatakan sebagai sumber moralitas terutama dalam hubungan dengan legitimasi kekuasaan, hukum, serta berbagai kebijakan dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan negara. Pancasila mengandung berbagai makna dalam  kehidupan berbangsa dan bernegara.

1.)    Makna yang pertama Moralitas

Sila pertama, “Ketuhanan Yang Maha Esa” mengandung pengertian bahwa negara Indonesia bukanlah negara teokrasi yang hanya berdasarkan kekuasaan negara dan penyelenggaraan negara pada legitimasi religius. Kekuasaan kepala negara tidak bersifat mutlak berdasarkan legitimasi religius, melainkan berdasarkan legitimasi hukum serta legitimasi demokrasi. Oleh karenanya asas sila pertama Pancasila lebih berkaitan dengan legitimasi moralitas.

 

Para pejabat eksekutif, anggota legislatif, maupun yudikatif, para pejabat negara, serta para penegak hukum, haruslah menyadari bahwa selain legitimasi hukum dan legitimasi demokratis yang kita junjung, juga harus diikutsertakan dengan legitimasi moral. Misalnya, suatu kebijakan sesuai hukum, tapi belum tentu sesuai dengan moral.

Salah satu contoh yang teranyar yakni gaji para pejabat penyelenggara negara itu sesuai dengan hukum, namun mengingat kondisi rakyat yang sangat menderita belum tentu layak secara moral (legitimasi moral).

Hal inilah yang membedakan negara yang berketuhanan Yang Maha Esa dengan negara teokrasi. Walaupun dalam negara Indonesia tidak mendasarkan pada legitimasi religius, namun secara moralitas kehidupan negara harus sesuai dengan nilai-nilai Tuhan terutama hukum serta moral dalam kehidupan bernegara.

 

2.)    Makna kedua Kemanusiaan

 “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” mengandung makna bahwa negara harus menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yang beradab, selain terkait juga dengan nilai-nilai moralitas dalm kehidupan bernegara.

Negara pada prinsipnya adalah merupakan persekutuan hidup manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Bangsa Indonesia sebagai bagian dari umat manusia di dunia hidup secara bersama-sama dalam suatu wilayah tertentu, dengan suatu cita-cita serta prinsip-prinsip hidup demi kesejahteraan bersama.

Kemanusiaan yang adil dan beradab mengandung nilai suatu kesadaran sikap moral dan tingkah laku manusia yang didasarkan pada potensi budi nurani manusia dalam hubungan norma-norma baik terhadap diri sendiri, sesama manusia, maupun terhadap lingkungannya.

Oleh Karena itu, manusia pada hakikatnya merupakan asas yang bersifat fundamental dan mutlak dalam kehidupan negara dan hukum. Dalam kehidupan negara kemanusiaan harus mendapat jaminan hukum, maka hal inilah yang diistilahkan dengan jaminan atas hak-hak dasar (asas) manusia. Selain itu, asas kemanusiaan juga harus merupakan prinsip dasar moralitas dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan negara.

3.)    Makna ketiga, Keadilan

Sebagai bangsa yang hidup bersama dalam suatu negara, sudah barang tentu keadilan dalam hidup bersama sebagaimana yang terkandung dalam sila II dan V adalah merupakan tujuan dalam kehidupan negara. Nilai kemanusiaan yang adil mengandung suatu makna bahwa pada hakikatnya manusia sebagai makhluk yang berbudaya dan beradab harus berkodrat adil.

Dalam pengertian hal ini juga bahwa hakikatnya manusia harus adil dalam hubungan dengan diri sendiri, adil terhadap manusia lain, adil terhadap lingkungannya, adil terhadap bangsa dan negara, serta adil terhadap Tuhannya. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan negara, segala kebijakan, kekuasaan, kewenangan, serta pembagian senantiasa harus berdasarkan atas keadilan. Pelanggaran atas prinsip-prinsip keadilan dalam kehidupan kenegaraan akan menimbulkan ketidakseimbangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

4.)    Makna keempat, Persatuan

 Dalam sila “Persatuan Indonesia” sebagaimana yang terkandung dalam sila III, Pancasila mengandung nilai bahwa negara adalah sebagai penjelmaan sifat kodrat manusia monodualis, yaitu sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Negara merupakan suatu persekutuan hidup bersama diantara elemen-elemen yang membentuk negara berupa suku, ras, kelompok, golongan, dan agama. Konsekuensinya negara adalah beraneka ragam tetapi tetap satu sebagaimana yang tertuang dalam slogan negara yakni Bhinneka Tunggal Ika.

5.)    Makna kelima, Demokrasi

Negara adalah dari rakyat dan untuk rakyat, oleh karena itu rakyat adalah merupakan asal mula kekuasaan negara. Sehingga dalam sila kerakyatan terkandung makna demokrasi yang secara mutlak harus dilaksanakan dalam kehidupan bernegara. Maka nilai-nilai demokrasi yang terkandung dalam Pancasila adalah adanya kebebasan dalam memeluk agama dan keyakinannya, adanya kebebasan berkelompok, adanya kebebasan berpendapat dan menyuarakan opininya, serta kebebasan yang secara moral dan etika harus sesuai dengan prinsip kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mungkin banyak sekali hikmah, pelajaran yang dapat kita petik dan ambil dari peristiwa 1 oktober ini, karena merupakan sebuah motivasi , dorongan , semangat untuk kaum-kaum muda penerus bangsa di masa yang akan dating dan bisa dijadikan sebuah tolak ukur dan acuan agar kita menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia ini agar bebas dari segala macam jajahan serta hasutan-hasutan yang akan tujuan intinya akan meruntuhkan kesatuan Republik Indonesia.

Dengan memperingati peringatan peristiwa 1 Oktober 1965 kita pun harus menghargai segala jasa-jasa para pahlawan yan telah gugur di medan perang demi tujuan intinya mempersatukan Negara Indonesia, agar bisa membuat bangsa indonesia ini berkembang dan maju dan harus kita lihat juga nilai sebuah pancasialis dari sebuah arti dari pancasila yaitu pada sila ke -1 dengan berisikan “KeTuhanan yang Maha Esa” maka dari itu sudah sepatutnya kita sebagai bangsa Indonesia berKeTuhanan yang Maha Esa. Apapun ras dan dalam perbedaan agama kita harus tetap bersatu dan kokoh guna menjadikan indonesia ini makmur dan lestari.

  • ·        Sumber :

https://bundadontworry.wordpress.com/2010/10/01/makna-kesaktian-pancasila/comment-page-1/

http://kreasifathan.blogspot.com/2012/09/hari-kesaktian-pancasila.html

 

Ciri Khas Budaya Indonesia yang Berkepribadian Indonesia

Pancasila Sebagai Dasar Ciri Khas Kebudayaan Indonesia

  • Pengertian Pancasila

Pancasila berasal dari kata “panca” dan “sila” yang berarti lima asas. Lahir pertama kali dalam sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1934 dan dikenal dengan istilah PS yaitu Kesusilaan Yang Lima, yang terdapat dalam buku Sutasoma karangan Mpu Tantular yaitu:

  • Tidak boleh melakukan kekerasan
  • Tidak boleh mencuri
  • Tidak boleh dengki
  • Tidak boleh bohong
  • Tidak boleh mabuk

Yang kemudian disempurnakan dan dilahirkan kembali  secara sah sebagai dasar Negara dalam sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 dan tercantum dalam UUD 1945 pembukaan alinea ke 4. Dengan adanya dasar Negara, suatu bangsa tidak akan terombang ambing dalam menghadapi permasalahan dan dapat menjadi Negara kokoh dan mempunyai arah tujuan yang jelas untuk dicapai.

  • Makna dari Butir-Butir Pancasila
  1. Ketuhanan Yang Maha Esa

Dengan lambang bintang, bermakna Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang beragama, dengan masyarakat yang beriman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Meski Bangsa Indonesia memiliki beragam agama dan kepercayaan namun antar pemeluk –pemeluk agama dan penganut- penganut kepercayaan lain tetap saling rukun dan menghormati.

2. Kemanusiaan  Yang Adil dan Beradap

Bermakna bahwa antar sesame manusia mempunyai persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban masing-masing. Antar sesama manusia harus selalu menjunjung  tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Dengan berlambang rantai, dihaarapkan Indonesia bebeas dari belenggu penjajahan, ketindasan, kesemenamenaan antar sesama manusia.

3.  Persatuan Indonesia

Mempunyai makna agar Bangsa Indonesia selalu menjaga persatuan dan kesatuan Negara Indonesia dan masyarakat Indonesia selalu cinta dan bangga kepada bangsanya sendiri. Dengan berlambang pohon Beringin, agar masyarakat Indonesia selalu merasa terteduhi, disitu terdapat ketentraman dan persatuan yang kuat dari berbagai macam perbedaan dalam diri Bangsa Indonesia.

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan / Perwakilan

Dengan lambangnya yaitu Kepala Kerbau. Bermakna agar masyarakat Indonesia selalu mengutamakan musyawarah sebagai jalan utama Dallam mengambil keputusan bersama. Mempunyai pemimpin yang selalu menggunakan akal budi yang sehat untuk berkoordinasi kepada rakyat dan selalu mengutamakan kepentingan masyarakat.

5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Saling menghormati terhadap hak-hak yang dimiliki orang lain. Selau bersikap adil tanpa memandang status atau latar belakang. Dengan lambangnya Padi dan Kapas, diharapkan kemakmuran untuk Bangsa Indonesia yang berhulu dari kesejahteraan pangan dan sandang.

  • PANCASILA SEBAGAI ROH KEBUDAYAAN BANGSA INDONESIA

Roh dalam kamus mempunyai pengertian dasar nyawa , yang dapat bermakna sesuatu yang hidup yang tidak berwujud.  Roh juga dapat diartikan sebagai jiwa atau semangat yang memberi sumber kehidupan.

Begitu pula Pancasila yang sebagai roh kebudayaan Bangsa. Pancasila menjadi nyawa untuk Bangsa Indonesia , dan menjadi dasar Negara yang memberi kekuatan bangsa untuk mempertahankan dan memperkokoh tiang Negara.

Pancasila merupakan cerminan dari kebudayaan yang kita miliki. Kebudayaan-kebudayaan kita selalu beralaskan pada butir-butir Pancasila. Sehingga kebudayaan dapat juga sebagai jati diri bangsa yang dapat mewakili kepribadian Bangsa Indonesia.

Wujud kebudayaan dapat menjadi daya pembeda antara kepribadian bangsa satu dengan bangsa lainnya. Banyak kebudayaan –kebudayaan bangsa lain yang masuk ke masyarakat Indonesia. Tetapi menerima begitu saja tanpa memilah-milah atau menyaring mana yang positif dan negatif, mana yang sesuai dan mana yang tidak sesuai dengan karakter dan nilai-nilai budaya Bangsa Indonesia yang beralaskan Pancasila. Masyarakat perlu diberikan pemahaman, agar dapat menghayati dan mengamalkan dengan tepat mengenai nilai luhur Pancasila dalam kebudayaan Bangsa.  Indikator Pancasila dijadikan sebagai roh kebudayaan Bangsa Indonesia adalah :

  • Setiap kebudayaan yang dimiliki Bangsa Indonesia selalu beralaskan Pancasila
  • Pancasila sebagai penyaring kebudayaan-kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia.
  • Pola perilaku yang naampak dalam kebudayaan-kebudayaan Indonesia dapat mewakili kepribadian bangsa.
  • DAMPAK JIKA PANCASILA SEBAGAI ROH KEBUDAAYAAN BANGSA MULAI DILUPAKAN

Pancasila sebagai dasar Negara, Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa, Pancasila sebagai roh kebudayaan, dan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum  yang ada. Sangatlah penting peran pancasila terhadap Negara Indonesia. Apa jadinya jika Pancasila mulai ditinggalkan ? Apa jadinya jika peran Pancasila mulai memudar? Jika Pancasila sebagai roh kebudayaan bangsa mulai dilupakan para pemuda-pemudi Indonesia?

Pancasila sudah mulai dilupakan sebagai pedoman bangsa. Ternyata dasar-dasar kehidupan bersama kita sudah pudar dalam waktu yang cukup lama. Bangsa ini kehilangan jati dirinya yang berbasis etika dan moralitas. Dari fakta-fakta yang ada, mulai dari ketidakadilan antar sesame, kasus-kasus korupsi, lemahnya hukum di Indonesia, banyaknya tindak kekerasan, ancaman teroris dimana-mana, membuat peran Pancasila menjadi semakin redup tertutup kabut perilaku negatif masyarakat Indonesia.

Nilai-nilai Pancasila sudah diabaikan dalam semua level kehidupan. Praktik korupsi yang sangat digandrungi para elit politik. Tindak kekerasan kepada masyarakat yang lemah, ketidakadilan terhadap masyarakat kaum bawah membuat Pancasila kita menjadi kian gelap, kian menjauh. Nilai-nilai keagamaan, kerukunan, dan kedamaian bukan lagi tujuan kehidupan. Dan dalam factor ekonomi yang menentukan hanyalah uang. Unang yang akan menjadi pemenang, sehingga nasib rakyat terabaikan.

Fungsi perlindungan hokum tidak selalu mulus. Inilah yang seringkali merusak wajah hokum, pendidikan, agama, budaya kita, semuanya terciprat dampak negatif. Pancasila bukanlah agama, bukanlah hal yang disembah-sembah. Karena Pancasila merupakan kumpulan nilai dan visi yang hendak diraih dan diwujudkan Bangsa Indonesia. Maka sangat penting menanamkan Pancasila dikalangan anak muda. Dan menumbuhkan jiwa kepemimpinan, tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa kelak. Agar nilai dan moral bangsa tidak hilang begitu saja.

  •  HUBUNGAN PANCASILA DAN PLURALITAS BUDAYA

Pluralitasme adalah suatu gagasan yang mendorong setiap orang untuk menyadari keberagaman dalam kehidupan, seperti agama, budaya, etnik, ras, social, tradisi dan sebagainya. Dalam Pancasila, pluralitas dipertegas dalam sila ketiga yaitu “Persatuan Indonesia”. Dalam sila tersebut bermakna, meski Bangsa Indonesia adalah bansa yang majemuk, namun disatukan dalam satu Negara yaitu Indonesia. Juga dalam semboyan Indonesia “Bhinneka Tunggal Ika” yang menegaskan meski berbeda-beda tetap satu jua.

Pluralitas budaya sering disamakan dengan istilah multikulturalisme. Keduanya memang mempunyai makna yang mirip. Tetapi multikulturalisme adalah suatu paham yang menganjurkan masyarakat untuk mengganggap keberagaman budaya adalah hal yang memang ada dalah suatu wilayah. Sedangkan pluralitas budaya merupakan suatu gagasan yang mengakui adanya keberagaman budaya.

Pluralitas budaya mempunyai beberapa dampak bagi kehidupan bangsa, baik dampak positif maupun negatif. Dampak positif antara lain bahasa-bahasa daerah yang dapat memberi istilah-istilah baru bagi Bangsa Indonesia. Budaya-budaya daerah yang dapat memperkaya kebudayaan yang dimiliki Indonesia dan teknologi tradisional yang dapat menjadi alternative baru. Sedangkan dampak negatifnya antara lain perbedaan sistem nilai dan orientasi religis yang dapat menimbulkan konflik sosial antar etnik.

  • PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN DALAM BERMASYARAKAT, BERBANGSA, DAN BERNEGARA

Paradigma merupakan suatu sumber hukum, metode, serta penerapan dalam ilmu pengetahuan, yang itu sangat menentukan sifat, ciri, dan karakter ilmu pengetahuan sendiri.

  1. Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan

Dalam aspek pembangunan nasional kita harus mendasarkan pada nilai-nilai Pancasila. Dengan demikian tujuan nasional bangsa kita yaitu untuk mewujudkan peningkatan harkat dan martabat manusia dengan mendasarkan pada nilai-nilai hakikat kodrat manusia. Karena itu, pembangunan nasional harus meliputi aspek rohani yang mencangkup akal, rasa, dan kehendak, aspek jasmani, aspek social dan kehidupan ke-Tuhanannya.

a.       Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan IPTEK.

IPTEK merupakan suatu hasil kreatifitas rohani manusia. Melalui kreatifitasnya manusia mengembangkan IPTEK untuk mengolah kekayaan alam yang disediakan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Dengan demikian tujuan esensial IPTEK adalah demi kesejahteraan manusia. Dalam hal ini Pancasila telah memberikan dasar nilai-nilai bagi pengembangan IPTEK demi kesejahterahan hidup.

b.      Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan Politik, Ekonomi, dan Sosial Budaya, serta Pertahanan dan Keamanan.

Hakikat pembangunan bidang politik adalah mendasarkan pada dasar ontologisme manusia. Hakikat pembangunan di bidang ekonomi didasarkan pada tujuan demi kemanusiaan dan kesejahteraan bangsa. Hakikat pembangunan di bidang sosial budaya didasarkan pada sistem nilai yang sesuai dengan nilai-nilai budaya yang dimiliki bangsa itu sendiri. Hakikat pembangunan di bidang pertahanan dan keamanan atau hankam basis moralnya adalah kemanusiaan yang beradab, dengan tujuan demi terjaminnya harkat dan martabat manusia terutama terjaminnya HAM.

2. Pancasila sebagai Paradigma Reformasi.

Pancasila sebagai Paradigma Reformasi  dimagsutkan untuk menata kehidupan berbangsa dan bernegara dalam suatu sistem tatanan Negara yang dibawahi nilai-nilai Pancasila. Hakikatnya adalah mengembalikan tatanan kenegaraan kearah sumber nilai yang merupakan platform kehidupan bersama dalam suatu bangsa, yang selama ini telah diselewengkan demi kepentingan sekelompok orang.

 

Sumber :

http://anitafeldas.blogspot.com/2012/11/pancasila-sebagai-roh-kebudayaan-bangsa.html

Tugas Ilmu Budaya Dasar

ILMU BUDAYA DASAR

 

  • Pengertian Ilmu Budaya Dasar

Secara sederhana IBD adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang diekembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Istilah IBD dikembangkan petama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”. Adapun istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humnus yang astinya manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggungjawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri. Untuk mengetahui bahwa ilmu budaya dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof Dr.Harsya Bactiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar yaitu :

1.   Ilmu-ilmu Alamiah ( natural scince )

Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis ini kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi. Hasil penelitian 100 5 benar dan 100 5 salah

       2.  Ilmu-ilmu sosial ( social scince )

ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tapi hasil penelitiannya tidak 100 5 benar, hanya mendekati kebenaran. Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antara manusia initidak dapat berubah dari saat ke saat.

       3. Pengetahuan budaya ( the humanities )

Bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataankenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.

 

Pengetahuan budaya (the humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian (disilpin) seni dan filsafat. Keahlian inipun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai hiding keahlian lain, seperti seni tari, seni rupa, seni musik,dll. Sedangkan ilmu budaya dasar (Basic Humanities) adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan perkataan lain IBD menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran serta kepekaan mahasiswa dalam mengkaji masalah masalah manusia dan kebudayaan. Ilmu budaya daar berbeda dengan pengetahuan budaya. Ilmu budaya dasar dalam bahasa Ingngris disebut basic humanities. Pengetahuan budaya dalam bahas inggris disebut dengan istilah the humanities. Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanus). Sedangkan ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya.

 

  • Tujuan Ilmu Budaya Dasar

Penyajian mata kuliah ilmu budaya dasar tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan demikian mata kuliah ini tidak dimaksudkan untuk mendidik ahli-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang termasuk didalam pengetahuan budaya (the humanities) akan tetapi IBD semata-mata sebagai salah satu usaha untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nlai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri. Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut IBD diharapkan dapat :

 

  1. Mengusahakan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka  lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka.

2.Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang      masalah kemansiaan dan    budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.

3. Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bagnsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat

4. Menguasahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain. Dengan memiliki satu bekal yang sama, para akademisi diharapkan akan lebih lancer dalam berkomunikasi.

 

  • Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar

Bertitik tolak dari kerangka tujuan yagn telah ditetapkan, dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah IBD. Kedua masalah pokok itu adalah :

 

  1. Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya
  2. Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat. Menilik kedua pokok masalah yang bisa dikaji dalam mata kuliah IBD, nampak dengan jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian. Manusia tidak hanya sebagai obyek pengkajian.

 

Bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesame, dirinya sendiri, nilai-nilai manusia dan bagaimana pula hubungan dengan sang pencipta menjadi tema sentral dalam IBD. Pokok-pokok bahasan yang dikembangkan adalah :

1. Manusia dan cinta kasih

2. Manusia dan Keindahan

3. Manusia dan Penderitaan

4. Manusia dan Keadilan

5. Manusia dan Pandangan hidup

6. Manusia dan tanggungjawab serta pengabdian

7. Manusia dan kegelisahan

8. Manusia dan harapan

 

Hubungan Manusia dengan Kebudayaan

  • Manusia

Dipandang dari segi ilmu eksakta, manusia adalah kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan sistem yang dimiliki oleh manusia ( ilmu kimia ). Manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satu sama lain dan merupakan kumpulan dari energi ( ilmu fisika ). Manusia merupakan mahluk biologis yang tergolong dalam golongan mahluk mamalia ( biologi ). Dalam ilmu-ilmu sosial, manusia merupakan mahluk yang ingin memperoleh keuntungan atu selalu memperhitungkan setiap kegiatan, sering disebut homo economicus ( ilmu ekonomi ). Manusia merupakan mahluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri ( sosiologi ), mahluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan ( politik ). Dan lain sebagainya.

 

1. Manusia itu terdiri dari empat unsure yang saling terkait, yaitu :

a. Jasad; yaitu badan kasar manusia yang nampak pada luarnya, dapat diraba, dan difoto,   dan menempati ruang dan waktu.

b. Hayat; yaitu mengandung unsure hidup, yang ditandai dengan gerak

c. Ruh; yaitu bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran, suatu kemampuan mencipta yang bersift konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan.

d. Nafas; dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran tentan diri sendiri

 

 

 

2. Manusia sebagai satu kepribadian yang mengandung 3 unsur yaitu :

a. Id. Yang merupakan struktur kepribadian yang paling primitive dan paling tidak nampak. Id merupakan libido murni, atau energi psikis yang menunjukkan cirri alami yang irrasional dan terkait masalah sex, yang secara instingtual menentukan proses-proses ketidaksadaran. Id tidak berhubungan dengan lingkungan luar diri, tetapi terkait dengan struktur lain kepribadian yang pada gilirannya menjadi mediator antara insting Id dengan dunia luar.

b. Ego. Merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id, seringkali disebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena peranannya dalam menghubgunkan energi Id ke dalam saluran osial yang dapat dimengerti oleh orang lain.

c. Superego. Merupakan struktur kepribadian yang paling akhir, muncul kira-kira pada usia limat tahun. Dibandingkan dengan Id dan ego, yang berkembang secara internal dalam diri individu, superego terbentuk dari lingkungan eksternal. Jadi superego menunjukkan pola aturan yang dalam derajat tertentu menghasilkan control diri melalui sistem imbalan dan hukuman yang terinternalisasi.

 

Dari uraian diatas dapat mengkaji aspek tindakan manusia dengan analisa hubungan antara tindakan dan unsure-unsur manusia. Seringkali misalnya orang senang terhadap penyimpangan terhadap nilai-nilai masyarakat dapat diidentifikasi bahwa orang tersebut lebih dikendalikan oleh Id dibandingkan super-egonya. Atau seringkali aa kelainan yang terjadi pada manusia, misalnya orang yang berparas buruk dan bertubuh pendek berani tampil ke muka umum, dpat diterangkan dengan mengacu pada unsur nafs (kesadaran diri ) yang dimilikinya. Kesemuanya tersebut dapat digunakan sebagai alat analisa bagi tingkah laku manusia.

Hakekat Manusia :

1. Mahluk ciptaan Tuhan yagn terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.

2. Mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan denan mahluk lainnya.

3. mahluk biokultural yaitu mahluk hayati yagn budayawi.

4. Mahluk Ciptaan Tuhan yagn terkait dengan lingkungan, mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuanbekerja dan berkarya.

 

  • Pengertian Kebudayaan

Kebudayaan selalu dimiliki oleh setiap masyarakat, hanya saja ada suatu masyarakat yang lebih baik perkembangan kebudayaannya dari pada masyarakat lainnya untuk memenuhi segala kebutuhan masyarakatnya. Pengertian kebudayaan banyak sekali dikemukakan oleh para ahli. Salah satunya dikemukakan oleh Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, yang merumuskan bahwa kebudayaan adalah semua hasil dari karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan, yang diperlukan manusia untuk menguasa alam sekitarnya, agar kekuatan serta hasilnya dapat diabdikan untuk kepntingan masyarakat. Rasa yang meliputi jiwa manusia mewujudkan sega norma dan nilai masyarakat yang perlu untuk mengatur masalah-masalah kemasarakatan alam arti luas, didalamnya termasuk, agama, ideology, kebatinan, kenesenian dan semua unusr yang merupakan hasil ekspresi dari jiwa manusia. Yang hidup sebagai anggota masyarakat. Selanjtunya cipta merupakan kemampuan mental, kemampuan piker dari orang yang hidup bermasyarakat dan yang antara lain menghasilkan filsafat serta ilmu pengetahuan. Rasa dan cipta dinamakan kebudayaan rohaniah. Semua karya, rasa dan cipta dikuasai oleh karsa dari orang-orang yang menentukan kegunaannya, agar sesuai dengan kepentingan sebagian besar, bahkan seluruh masyarakat. Dari pengetian tersebut menunjukkan bahwa kebudayaan itu merupakan keseluruhan ari pengetahuan manusia sebagai mahluk sosial, yang digunakan untuk menginterpretasikan dan memahami lingkungan yang dihadapi, untuk memenuhi segala kebutuhannya serta mendorong terwujudnya kelakuan manusia itu sendiri.Atas dadar itulah para ahli mengemukakan adanya unsure kebudayaan yang umumnya diperinci menjadi 7 unsur yaitu :

1. unsur religi

2. sistem kemasyarakatan

3. sistem peralatan

4. sistem mata pencaharian hidup

5. sistem bahasa

6. sistem pengetahuan

7. seni

 

Bertitik tilah dari sistem inilah maka kebudayaan paling sedikit memiliki 3 wujud antara lain :

  1. Wujud sebagai suatu kompleks dari ide, gagasan, norma, peraturan dan sejenisnya. Ini merupakan wujud ideal kebudayaan. Sifatnya abstrak, lokasinya ada dalam pikiran masyarakat dimana kebudayaan itu hidup
  2.  Kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat
  3.  Kebudayaan sebagai benda hasil karya manusia

Perubahan kebudayaan pada dasarnya tidak lain dari para perubahan manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan itu. Perubahan itu terjadi karena manusia mengadakan hubungan dengan manusia lainnya, atau karena hubungan antara kelompok manusia dalam masyarakat. Tidak ada kebudayaan yanga statis, setiap perubahan kebudayaan mempunyai dinamika, mengalami perubahan; perubahan itu akibat dari perubahan masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tersebut.

 

Sumber : http://vaniaibd.blogspot.com/2012/10/pengertian-ilmu-budaya-dasar.html

 

  • Menurut  Pendapat  Sendiri

Menurut saya Ilmu Budaya Dasar itu penting kita pelajari dan lebih pahami terutama dalam memahami Budaya bangsa sendiri  karena masih banyak budaya-budaya dalam negeri yang mungkin belum kita tau, di Indonesia terdapat banyak sekali budaya-budaya dan berbagai seni dari tiap-tiap daerah yang mungkin belum kita ketahui sehingga dengan mempelajari ilmu budaya bisa dengan perlahan mengetahui budaya-budaya yang belum kita ketahui dan bisa melestarikan dan membaginya kepada orang lain. Budaya itu sangat penting dilestarikan dan dijaga serta dikembangkan jangan sampai ada Negara lain yang mengakui budaya yang kita miliki. Budaya sebagai warisan turun menurun memang seharusnya dipelajari apalagi di era globalisasi saat ini perkembangan budaya semakin berkurang untuk itu setiap budaya yang kita ketahui dan belum ketahui harus dijaga dengan baik.

ISD dengan Teknologi Informasi

BAB I

1.1    LATAR BELAKANG MASALAH
Ilmu pengetahuan merupakan suatu proses dimana manusia dapat meningkatkan pemahaman, pemikiran dan perkembangan untuk meningkatkan daya pikir seseorang agar lebih baik lagi. Ilmu pengetahuan terbagai atas beberapa aspek, seperti: di bidang komunikasi, pengetahuan sosial,terapan dan alam, bidang teknologi, dan lain-lain. Pengetahuan semakin berkembang dari waktu ke waktu dan menghasilkan banyak penelitian yang menghasilkan suatu penemuan yang baru.
Salah satu aspek yang paling berkembang adalah di dalam bidang Teknologi dan Informatika. Di dalam kehidupan sosial kita sehari-hari kemajuan yang terjadi dalam bidang teknologi sangat erat kaitannya dengan masyarakat dalam berkomunikasi menggunakkan berbagai teknologi yang ada sekarang. Selain lebih mudah dalam berkomunikasi dan lebih cepat, kemajuan teknologi sekarang sudah banyak digunakan dalam berbagai bidang seperti perdagangan, pendidikan, pemerintahan, dan sebagainya.
Di dalam dunia perdagangan atau E-Commerce biasanya para pembeli dan pedagangnya sama-sama menginginkan kemudahan dalam bertransaksi jual belinya. Dari segi penelitian zaman sekarang makin banyak penjualan menggunakan berbagai jenis teknologi misalnya ada jual beli online, dengan gadget yang ada sekarang pun sudah bisa berjualan seperti munculnya blackbarry kita jadi lebih mudah berjualan.
Dengan adanya kemajuan teknologi dalam bidang perdagangan ini di harapkan bisa dipergunakan dengan baik oleh para masyarakat supaya lebih mudah dan efisien dalam membeli sesuatu atau menawarkan sesuatu dalam dunia usahanya.

2.2 PERUMUSAN MASALAH
Dalam proposal yang akan di buat timbul perumusan masalah seperti :
1.    Definisi dari E-Commerce itu sendiri.
2.    Manfaat dari E-Commerce.
3.    Serta contoh-contoh dari E-Commerce.

BAB II
TEORI-TEORI dan KERANGKA PENELITIAN
2.1 Definisi E-Commerce
E-Commerce adalah suatu proses untuk membeli dan menjual produk-produk secara elektronik oleh konsumen dan dari perusahaan ke perusahaan dengan komputer sebagai perantara transaksi bisnis.
2.2 Manfaat E-Commerce Dalam Dunia Bisnis
Ada beberapa manfaat dalam menggunakan E-Commerce diantaranya :
a.    Dapat meningkatkan market exposure (pangsa pasar).
Transaksi on-line yang membuat semua orang di seluruh dunia dapat memesan dan membeli produk yang dijual hanya dengan melalui media computer dan tidak terbatas jarak dan waktu.
b.    Menurunkan biaya operasional (operating cost).
Transaksi E-Commerce adalah transaksi yang sebagian besar operasionalnya diprogram di dalam komputer sehingga biaya-biaya seperti showroom, beban gaji yang berlebihan, dan lain-lain tidak perlu terjadi.
c.    Melebarkan jangkauan (global reach).
Transaksi on-line yang dapat diakses oleh semua orang di dunia tidak terbatas tempat dan waktu karena semua orang dapat mengaksesnya hanya dengan menggunakan media perantara komputer.
d.    Meningkatkan customer loyalty.
Ini disebabkan karena sistem transaksi E-Commerce menyediakan informasi secara lengkap dan informasi tersebut dapat diakses setiap waktu selain itu dalam hal pembelian juga dapat dilakukan setiap waktu bahkan konsumen dapat memilih sendiri produk yang dia inginkan.
e.    Meningkatkan supply management.
Transaksi E-Commerce menyebabkan pengefisienan biaya operasional pada perusahaan terutama pada jumlah karyawan dan jumlah stok barang yang tersedia sehingga untuk lebih menyempurnakan pengefisienan biaya tersebut maka sistem supply management yang baik harus ditingkatkan.
f.    Memperpendek waktu produksi.
Pada suatu perusahaan yang terdiri dari berbagai divisi atau sebuah distributor di mana dalam pemesanan bahan baku atau produk yang akan dijual apabila kehabisan barang dapat memesannya setiap waktu karena on-line serta akan lebih cepat dan teratur karena semuanya secara langsung terprogram dalam komputer.
2.3 Ancaman yang Timbul Mengenai E-Commerce
Threats merupakan kemungkinan-kemungkinan munculnya kejadian yang dapat membahayakan aset-aset yang berharga.
Ada beberapa bentuk ancaman yang mungkin terjadi:
• System Penetration
Orang-orang yang tidak berhak melakukan akses ke system computer dapat dan diperbolehkan melakukan segala sesuatu sesuai dengan keinginannya.
• Authorization Violation
Pelanggaran atau penyalahgunaan wewenang legal yang dimiliki seseorang yang berhak mengakses sebuah sistim.
• Planting
Memasukan sesuatu ke dalam sebuah system yang dianggap legal tetapi belum tentu legal di masa yang akan datang.
• Communications Monitoring
Seseorang dapat mernantau semua infonnasi rahasia dengan melakukan monitoring komunikasi sederhana di sebuah tempat pada jaringan komunikasi.
• Communications Tampering
Segala hal yang membahayakan kerahasiaan informasi seseorang tanpa melakukan penetrasi, seperti mengubah infonnasi transaksi di tengah jalan atau membuat sistim server palsu yang dapat menipu banyak orang untuk memberikan infonnasi rahasia mereka secara sukarela.
• Denial of service
Menghalangi seseorang dalam mengakses informasi, sumber, dan fasilitas-fasilitas lainnya.
• Repudiation
Penolakan terhadap sebuah aktivitas transaksi atau sebuah komunikasi baik secara sengaja maupun tidak disengaja.
2.4 Contoh-contoh Penjualan Yang Ada Dalam E-Commerce
1. VonDutch.com
Situs ini menawarkan berbagai macam desain label yang antik/klasik.
Kelebihan: Tampilan visualisasinya sangat baik, baik itu tampilannya maupun desainnya.
Kekurangan: Belum begitu jelas apa yang akan ditawarkan dan diperuntukan buat siapa.
2. heartbreakerfashion.com
Situs ini menampilkan berbagai macam fashion/model
Kelebihan: Fashion yang ditawarkan sangat matching.
Kekurangan: Hanya bisa merefrensikan tanpa harus menyediakan.
3.    hunters.co.nz
Situs ini bergerak dibidang restorant dan menu utamanya adalah minuman anggur.
Kelebihan: Produk yang ditawarkan begitu menarik dan penasaran untuk dicoba.
Kekurangan: Info dari produknya kurang begitu lengkap, dan berkesan monoton.
4.    iklaninstan.web.id
Situs ini bergerak dibidang jasa tips-tips E-Commerce
Kelebihan: Infonya sangat lengkap
Kekurangan: Hanya sebatas memberi info tanpa harus menyediakan produk  yang akan dipasarkan

5.    amazon.com
Situs ini bergerak dibidang penjualan asesoris.
Kelebihan: Produk yang ditawarkan cukup lengkap, harga,  model dan variasinya.
Kekurangan: Tida begitu jelas prosedur pemesanannya.

•    KERANGKA PENELITIAN

Untitled

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1    Cara Pengumpulan Data
•    Metode Mencari di Internet : Dengan melakukan pencarian data di google mengunjungi situs http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/08/e-commerse-definisi-jenis-tujuan.html
•    Metode Wawancara : Melakukan wawancara kepada orang yang mengerti dalam    bidang ini untuk mengetahui contoh-contoh E-Commerce.

Menanggapi Remaja saat ini

Remaja Saat Ini

 

Dimasa kini pergaulan yang di alami oleh para remaja sangat jauh berbeda dibandingkan dengan pergaulan yang ada pada zaman dahulu.  Hal ini diantaranya disebabkan karena adanya perubahan zaman dan kesalahan dalam bergaul. Terkadang ada yang bilang dalam bergaul itu tidak boleh pilih-pilih, pernyataan itu benar tapi kita juga harus melihat seperti apa teman yang ada disekitar kita. Karena jika kita salah dalam bergaul dan memilih teman  yang buruk atau tidak baik akibatnya pun akan buruk. Kita juga bisa terbawa ke arah pergaulan yang bisa merusak diri kita sendiri. Misalnya remaja sekarang sebagian ada yang terpengaruh dan terjerumus untuk memakai narkoba karena salah bergaul, lalu ada juga yang masuk ke dalam seks bebas yang dilakukan para remaja belakangan ini serta banyak remaja-remaja yang melakukan hal-hal yang memalukan seperti tawuran antar sekolah, remaja sekarang sudah banyak yang memakai rokok atau hal yang lainnya. Seharusnya remaja yang sedang menuju dewasa tentu bisa memilih dengan benar arah dan tujuan yang baik untuk masa depannya.

Banyak hal positif yang dapat dilakukan di masa remaja ini. Kita bisa melakukannya dari diri kita langsung misalnya dengan mengikuti perkembangan teknologi yang semakin maju tetapi tidak ke arah yang buruk melainkan kita bisa melatih dan meningkatkan daya kreativitas dan kemandirian diri di era modern ini. Agar kita tidak mudah terpengaruh oleh dunia luar yang keras kita juga harus melatih pengendalian diri dan mendalami iman dan norma-norma serta menempatkan diri di lingkungan yang tepat.

Selain itu bantuan dari orang lain juga di butuhkan terutama pada orang tua yang seharusnya selalu mengawasi perkembangan para anak-anaknya, sekalipun sesibuk apa orangtuanya itu tetap harus memperhatikan sesekali. Karena peran orang tua disini juga sangatlah penting pada para remaja sekarang.

Di usia-usia remaja lah kita harus bisa bersikap lebih dewasa lagi. Kita harus memikirkan masa depan kita yang baik dan selalu berusaha mewujudkan sesuatu yang bisa membuat diri kita dan orang lain bangga. Dan agar kita menjalani hidup ini dengan nyaman dan bahagia serta tidak akan merugikan orang lain juga.  Kita gunakan waktu kita sebaik-baiknya dengan hal-hal yang berguna, sebaiknya remaja itu harus selalu bersemangat dan jangan pernah putus asa dalam keadaan sesulit apapun serta memiliki daya pikir yang luas dan dewasa. Dengan begitu kita pasti bisa menolak hal-hal yang akan menjerumuskan kita dan kita bisa menikmati hidup dengan bahagia.

Puisi

Perjalanan Hidup

 

Jalan kehidupan

Sudah terlihat di depan mataku

Ku bersiap menjalani hidup

Walau penuh dengan rintangan

Ku berdiri tegak di bumi ini

Dengan penuh keyakinan

 

Meskipun jalan kehidupan

Selalu ingin menghalangi langkahku

Tapi ku tetap bertahan

Dengan kedua kaki ini

 

Rasa lelah telah datang

Rasa marah menghalangi

Tapi…..

Rasa putus asa ku lewati

Saat cobaan kembali datang

 

Hidup ini bukan ketenangan

Tapi penuh dengan tantangan

Seperti berpetualang

Kadang harus tersesat

Kadang merasakan bahagia

 

Begitulah kehidupan

Tak akan pernah membosankan

Selalu penuh dengan warna

 

Dalam diriku ini

Aku punya keyakinan

Tuhan memberikan semua ini

Hanya untuk menguji iman

Pendapat Mengenai Negara dengan Hukum

Pendapat Kita Mengenai Negara dengan Hukum

            Hukum adalah suatu sistem dalam pemerintahan yang berisi aturan-aturan serta larangan yang bersifat mengikat dan harus ditaati dan apabila ada yang melanggar mereka dapat dikenakan sanksi atau hukuman.

Negara adalah sebagai alat yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur hubungan manusia dengan masyarakat, bersifat mengatur kegiatan yang dilakukan masyarakat pemerintah untuk mencapai tujuan yang sama yaitu untuk memajukan sebuah Negara itu sendiri.

Menurut pendapat saya Negara dengan hukum itu memiliki suatu hubungan yang erat yang mungkin sulit untuk dipisahkan, Negara dan hukum memiliki sifat mengikat yang bertujuan untuk menertibkan anggota masyarakat atau warganegara dalam suatu Negara serta mengayomi masyarakat supaya hidup dengan sejahtera dan aman, serta masyarakat juga mempunyai kewajiban untuk mematuhi peraturan-peraturan yang ada di suatu Negara tersebut, apabila melanggarnya pasti ada sanksinya dan hukumannya masing-masing. Dalam tiap Negara pasti memiliki suatu hukum yang berlaku di dalamnya tidak mungkin suatu Negara tidak memiliki hukum, karena hukum dalam suatu Negara berfungsi untuk mencegah, memberi peringatan serta memberi hukuman kepada pemerintah serta masyarakat yang ingin merusak citra suatu Negara, hukum di Negara juga berfungsi untuk menertibkan masyarakat agar tidak melenceng dari tugas-tugas yang diberikan suatu Negara.

Hubungan suatu Negara dengan Hukum harus seimbang dan adil, tapi sayangnya zaman sekarang banyak sekali hal yang tidak mencerminkan keseimbangan anatara Negara dengan hukum tersebut. Contoh saja Negara Indonesia dimana hubungan Negara dengan hukumnya tidak baik, sepertinya hukum di Negara Indonesia mudah saja dibeli oleh orang-orang yang mempunyai kekuasaan lebih, mereka bisa terbebas dari hukuman-hukuman yang seharusnya mereka dapatkan. Tapi berbeda hal dengan orang-orang miskin dan memiliki kasus yang kecil tapi mereka langsung dikenakan hukuman yang berat, jadi ada ungkapan “penjara hanya untuk orang-orang miskin” sedangkan para petinggi-petinggi bisa berkeliaran bebas meskipun dengan kesalahan besar. Jadi menurut saya dalam suatu Negara itu harus memiliki dasar keadilan yang tinggi dan tidak mementingkan serta membedakan dari kalangan mana saja hukum itu tetap harus diberlakukan supaya suatu Negara juga bisa menjadi lebih maju dan menjadi contoh untuk Negara-negara lainnya. Hukum itu seharusnya bersifat adil dan Negara seharusnya bisa mengatur hukum didalamnya menjadi lebih baik lagi.